Jumat, 10 Mei 2013

Penangkaran Penyu Piaman

   Pada hari Sabtu 10-5-2013,saya dan Pitra pergi ke Penangkaran Penyu.

   Penangkaran penyu yang berada di Desa Apar, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, Sumatera Barat menjadi salah satu objek wisata andalan di Pariaman.



Penangkaran penyu memiliki sekitar 600 butir telur yang siap ditetaskan. Biasanya telur dapat menetas dalam waktu 58 hari. "Jenis penyu dalam konservasi itu yakni penyu hijau (Chelonia mydas),penyu sisik (Eretmochelys imbricata) serta penyu lekang (Lepidochelys olivacea).











Sabtu, 04 Mei 2013

Bus Kota Pariaman

    Alisma merupakan tranportasi umum daerah Pariaman.Jurusannya Padang-Pariaman.Dengan mobil Alisma anda tidak perlu beberapa kali naik angkot,dengan Alisma anda bisa langsung diantar ke Pariaman tanpa harus menunggu lama.



Stasiun KA

   Jika ingin bepergian ke Padang anda cukup pergi dengan kereta api harganya cukup terjangkaudan ekonomis

    Stasiun Kereta Api  beroperasi dari Kota Pariaman, terus menuju kuraitaji melewati paguah duku lalu stasiun lubuk alung kemudian stasiun duku lalu stasiun pasar usang dan terakhir baru stasiun tebing kota pandang. Harga tiketnya sangatlah ekonomis terbagi atas dua harga yaitu class economi dan class vip. harga economi yaitu 2500/kepala sedangkan class vip 5000/kepala



Masjid Tua Pariaman

Mesjid Raya Kampung Perak merupakan salah satu mesjid tertua di Pariaman,yang telah berdiri sejak zaman Belanda,sampai sekarang mesjid ini tetap terjaga keutuhannya walaupun sudah ratusan tahun.




Sate

Sate Pariaman sangat terkenal dengan warnanya yang kemerahan,pedas & nikmat. 

Harga sate sangat terjangkau hanya dg Rp.12.000/porsi kalau setengah Rp.6.000

Anda berminat mencoba datanglah ke Pariaman :)

Kereta Mini

   Kereta mini lebih di kenal dg nama Odong-odong,kalau liburan ke Pariaman dan ingin menikmati keindahan alam yg ada disana,anda bisa pergi keliling sekitar kota Pariaman dg Kereta mini ini,harganya cukup terjangkau hanya dg membayar Rp.5000/orang.Anda sudah bisa menikmati keindahan kota Pariaman,pantai,dan tempat lainnya.

Biduak Piaman

Biduak banyak sekali ditemukan di pesisir pantai Pariaman.

Biduak banyak di gunakan orang untuk pergi ke pulau yang ada di Pariaman.Orang-orang banyak menyewa biduak untuk menikmati keindahan pulau kecil yang ada di pantai pariaman.

Harga tarif dengan biduak sangatlah murah cukup dengan membayar Rp.30.000/orang.






Suasana Pasar

Pasar Pariaman terletak di pusat kota Pariaman.Banyak pedagang kaki lima yang berjualan disana.

Di Pasar Pariaman banyak menjual kebutuhan harian seperti kebutuhan pokok,makanan khas Pariaman dan lainnya.

Pantai Gandoriah sangat berdekatan dengan Pasar Pariaman hanya berjalan beberapa meter saja sampai di pantai Gandoriah.

Di samping membeli kebutuhan pokok di pasar Pariaman, kita juga dapat melihat keindahan pantai Gandoriah.

Di Pasar Pariaman inilah acara budaya tabuik diadakan setiap bulan muharram.

 

Jumat, 26 April 2013

Tabuik


Tabuik adalah salah satu budaya Pariaman yang sangat menarik masyarakat,pada saat perayaan tabuik orang-orang ramai melihat tabuik .

seperti lirik lagu ini:

Pariaman tadanga langang
Batabuik mangkonyo rami
Dunsanak tadanga sanang
Baok tompang badan kami

  Setiap memasuki bulan Muharam atau tahun baru Hijriyah, masyarakat Kota Pariaman menggelar perayaan tabuik. Perayaan membuat dan membuang ke laut keranda yang dihiasi menyerupai buraq (sejenis burung yang membawa nabi Muhammad dalam perjalanan Isra’ Mikraj), ini menjadi iven tahunan Pemko Pariaman yang disaksikan beramai-ramai oleh masyarakat dari berbagai daerah, bahkan luar negeri.

Lalu, bagaimana sejarah tabuik Pariaman ini?

Dalam berbagai literatur disebutkan, perayaan tabuik yang berlangsung 1-10 Muharam itu memperingati meninggalnya cucu nabi Muhammad yang bernama Husein pada tahun 61 Hijriyah, yang bertepatan dengan 680 Masehi. Makanya, muncul istilah Oyak Hosen dalam perayaan tabuik, untuk menggelorakan semangat perjuangan umat Islam dalam menghadapi musuh-musuhnya. Sekaligus ratapan atas kematian Husein yang dipenggal kepalanya oleh tentara Muawiyah dalam perang Karbala di Irak.    

 

Anak-anak dan remaja dalam perayaan tabuik Pariaman awal abad 20. (Suryadi--koleksi Tropenmuseum, Amsterdam)

Tradisi mengenang kematian cucu Nabi ini menyebar ke berbagai negara dengan cara yang berbeda. Di Indonesia, selain Pariaman, di Bengkulu juga dikenal pesta tabuik atau tabot. Mengenai asal usul tabuik Pariaman, ada beberapa versi.

Versi pertama mengatakan bahwa tabuik dibawa oleh orang-orang Arab aliran Syiah yang datang ke Pulau Sumatera untuk berdagang. Sedangkan, versi lain (diambil dari catatan Snouck Hurgronje), tradisi tabuik masuk ke Indonesia melalui dua gelombang. Gelombang pertama sekitar abad 14 M, tatkala Hikayat Muhammad diterjemahkan ke dalam Bahasa Melayu. Melalui buku itulah ritual tabuik dipelajari Anak Nagari.

 

Perayaan tabuik Pariaman awal abad 20 yang dimeriahkan juga oleh anak-anak dan remaja. (Suryadi--koleksi Tropenmuseum, Amsterdam)

Sedangkan, gelombang kedua tabuik dibawa oleh bangsa Cipei/Sepoy (penganut Islam Syiah) yang dipimpin oleh Imam Kadar Ali. Bangsa Cipei/Sepoy ini berasal dari India yang oleh Inggris dijadikan serdadu ketika menguasai (mengambil alih) Bengkulu dari tangan Belanda (Traktat London, 1824).

Orang-orang Cipei/Sepoy ini setiap tahun selalu mengadakan ritual untuk memperingati meninggalnya Husein. Lama-kelamaan ritual ini diikuti pula oleh masyarakat yang ada di Bengkulu dan meluas hingga ke Painan, Padang, Pariaman, Maninjau, Pidi, Banda Aceh, Melauboh dan Singkil.

Dalam perkembangan berikutnya, ritual itu satu-persatu hilang dari daerah-daerah tersebut dan akhirnya hanya tinggal di dua tempat yaitu Bengkulu dengan sebutan Tabot dan Pariaman dengan sebutan Tabuik. Di Pariaman, awalnya tabuik diselenggarakan oleh Anak Nagari dalam bentuk Tabuik Adat.

 

Masyarakat berkumpul dalam perayaan tabuik Pariaman awal abad 20. (Suryadi--koleksi Tropenmuseum, Amsterdam)

Pembuatan dan pembinaan Tabuik di Pariaman dikembangkan oleh Mak Sakarana dan Mak Sakaujana. Merekalah yang mempelopori Tabuik Pasar dan Tabuik Kampung Jawa. Tabuik Pasar melahirkan Tabuik Cimparuh, Bato dan Karan Aur, sedangkan Tabuik Kampung Jawa melahirkan Tabuik Pauh, Jati, Sungai Rotan.

Pada masa kolonial Belanda perayaan Tabuik digalakkan sehingga Tabuik yang tampil sampai 12 buah. Setelah kemerdekaan Republik Indonesia, tabuik masih rutin dilaksanakan.  Hanya saja pada tahun 1969 sampai 1980 perayaan  tabuik terhenti, hal ini disebabkan situsai yang tidak memungkinkan untuk diadakan, disamping tidak adanya keinginan masyarakat untuk melaksanakan, karena adanya perkelahian masal yang menggangu ketentraman kota.

 

Perayaan tabuik Pariaman beberapa tahun lalu. (restaprana.blogspot.com)

Perayaan Tabuik dihidupkan lagi Tahun 1980, yaitu pada masa Pariaman dipimpin oleh Anas Malik, mengingat pembiayaan maka tabuik dibuat Tabuik Pasa dan Tabuik Subarang. Kedua Tabuik itu sampai sekarang bertahan untuk ditampilkan pada saat upacara Tabuik berlangsung.


Sala Lauak

   Jalan-jalan ke pantai Gandoriah tidak akan lengkap rasanya tanpa mencicipi makanan khas Pariaman  yaitu :

"SALA LAUAK".

Sala Lauak ada berbagai macam seperti : Sala Udang,Sala Kepiting,dan Sala Ikan.

Harga sala bervariasi mulai dari Sala Bulek Rp.3000/10bh,Sala Udang Rp.5000/3bh,Sala Kepiting Rp.2000/bh.

Sala terbuat dari bahan alami seperti : tepung terigu,kunyit,cabe merah,bawang merah/putih,jahe dan bahan rempah lainnya.

Selain itu sala bergizi dan penunda rasa lapar,dan jika anda pergi ke Pariaman jangan lupa beli sla lauak khas Pariaman.

  Tak hanya sala lauak yang menjadi makanan khas Pariaman, tetapi masih banyak makanan lainnya. Seperti goreng kepiting, ketupat gulai paku, kacimuih, lamang sipuluik, onde-onde, lompong sagu, dan jenis makanan lainnya.

Makanan khas ini akan dengan sangat mudah kita temukan di Pariaman. Di sekitar Pantai Gandoriah saja, kita dapat menemui makanan-makanan ini. anda penasaran dengan sala lauak Rang Piaman? Yuk coba!

Gandoriah Beach

     Kota Pariaman sangat terkenal dengan keindahan nuansa pantai nya,ada banyak pantai di Pariaman seperti : Pantai Gandoriah,Pantai Kata,Pantai Cermin.Pantai yang terkenal di Pariaman yaitu Pantai Gandoriah.Orang-orang banyak sekali berkunjung di pantai Gandoriah ini, terutama pada saat liburan sekolah,hari raya,tabuik & hari besar lainnya. 

  Pantai Gandoriah adalah sebuah objek wisata pantai yang terletak sekitar 100 meter dari pusat kota Pariaman, provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Di hari libur pantai ini dilewati oleh kereta api wisata yang datang setiap hari dari stasiun Simpang Haru Padang menuju stasiun Pariaman. Di pantai Gandoriah ini setiap tahun dilaksanakan upacara pembuangan Tabuik di waktu matahari terbenam pada tanggal 10 Muharram.